Rabu, 29 Maret 2017

Cara Branding Diri Yang Baik

Branding bagi banyak orang itu penting, apalagi seorang public figure. Dia harus betul-betul membranding diringa dengan image yang dia bangun. Gak cuma seorang artis lho kini branding juga sering dipakai masyarakat luas untuk membranding dirinya supaya orang lebih mudah mengingat.

Belum lama tau seorang blogger seperti saya juga perlu membranding diri untuk memudahkan orang tau siapa saya dan apa yang saja kerjakan. Membuat Brandinh juga gak semudah yang dikira lho, kita benar-benar harus menjaga semua yang keluar dari kita untuk menggiring opini orang lain sama dengan yang kita inginkan.

Acara ini merupakan sebuah ajakan belajar dari CNI untuk para blogger di Jndonesia. Apalagi dunia digital sangat penting saat ini, CNI sangat perhatian dengan hal ini supaya para blogger yang ada di Indonesia bisa lebih konsen terhadap dirinya. Selain itu CNI juga ingin memperkenalkan www.geraicni.com sebuah website yang menjelaskan detail produk ada yang dijual oleh CNI. Selain sebagai sarana informasi di web ini kita juga bisa order barang-barang yang diinginkan, seperti chocolate dan lemon tea. Kedua minuman ini paling sering saya beli karena minuman kegemaran saya dan suami. Kini banyak hal selalu dimudahkan untuk kita


Kali ini belajar branding bersama Mba Dewi KR, seorang blogger yang juga menangani banyak project yang berhubungan dengan branding diri dari beberapa kliennya. Mba Dewi menjelaskan bahwa branding diri itu merupakan pola yang dibuat oleh si pemilik branding. Apa yang kita keluarkan atau ungkapkan itu yang akan terbranding dari diri kita.


Mba Dewi menjelaskan ada 3 tahapan Branding, setiap orang akan melalui ini :
1. Awareness
Awareness merupakan proses awal diri kita mulai mengangkat branding dan disini pula orang-orang mulai tau bahwa kita ada. Masih sebatas tau owh itu rian, belum sampai hal yang lebih dalam
2. Engagement
Engagement sudah lebih dalam lagi brangdingnya, sudah bukan hanya owh itu rian tapi misal owh rian si bla bla. Jadi orang sudah sedikit tau bagaimana kita berkiprah
3. Selling
Orang sudah tau siapa kita dan apa yang tepat untuk kita. Bahkan ketika kita sedang dibicarakan sudah disebutkan semua orang sudah tau. Branding ketika sudah diketahui sangat bisa menjual diri kita dihadapan siapapun.

Tahapan branding diri memang tidak mudah dan memiliki tantangan tersendiri. Bahkan saya sampai saat ini belum berhasil menemukan formula yang pas untuk branding diri. Saat ini sebelum lebih dalam dengan branding diri, saya lebih mempelajari branding diri saya untuk kalangan mana. Jangan sampai setelah keputusan diambil ternyata sasarannya salah. 

Mba Dewi pun membantu saya menjelaskan sasaran branding ada beberapa macam. 3 Macam sasaran branding berdasarkan kapan dia lahir

1. Babby Boomers

Generasi pada awal kemerdekaan hingga tahun 60an dan hidupnya beradaptasi dengan keadaan sekitar. Generasi ini adalah geneari nenek moyang kita yang sebenarnya lebih senang mlakukan komunikasi dengan bertatap muka secara langsung daripada menggunakan media lain.

2. Gen X

Gen X atau Generasi X,adalah orang kelahiran 60an sampai 80an yang sudah tau harus berbuat apa. Generasi ini melakukan pekerjaan untuk hidup bukan bersantai-santai karena tujuan hidupnya sudah jelas. Generasi X ini kebalikan Babby Boomers yang memilih berkomuniasi via email tetapi dengan bahasa yang lugas langsung pada poin yang dituju. Mereka tidak suka bertele-tele karena apa yang dilakukan harus cepat supaya pekerjaan cepat selesai pula.

3. Generasi Millenials

Generasi Millenials merupakan generasi yang sering terburu-buru dalam mengambil sikap. Biasanya dia senang berkomunikasi via personal chat, tapi generasi ini aktif mengexplore diri dengan mencari sesuatu hal yang baru. Generasi ini lebih suka membahas sesuatu dengan komunikasi via chat daripada harus bertemu langsung

Wah setelah pemaparan mba Dewi saya jadi semakin tau dan berkembang pengetahuannya karena mempersiapkan baranding harus lebih matang supaya lebih mudah dikenal orang dengan apa yang ada dalam diri kita.

Menjadi seorang blogger juga da beberapa hal yang haus dipelajari berkaitan membranding diri, supaya jangan sampai branding yang sudah kita buat malah hancur karena sikap kita sendiri. Nah susah banget khan! Ini Mba Dewi juga ngasi tips nya beberapa hal yang bisa dilakukan
  • Aktif di semua Sosmed dan Blog. Menjadi blogger sudah pasti dia akan memiliki sosial media yang menunjang dunia bloggingnya. Sebaiknya menjadi seorang blogger harus imbang memaintenance semua akun dan blognya jangan sampai timpang. Blog tetap update dengan skala tertentu dan sosial media aktif semua dengan waktu yang sudah ditentukan. Jangan sampai sosmed semua aktif tetapi tidak menulis, ini akan terkesan sama aja
  • Konten To The Point. Menulis blog sebaiknya lebih pada simple tapi tepat saasaran, jangan terlalu melebar supaya tidak terlalu membuat pusing pembaca. Ketika tulisan bertele-tele pembaca akan sulit setia membaca hingga akhir tulisan, hasilnya baru sebagian sudah dihapus. Tulisan kita jadi tidak berguna, pengembangan perlu tetapi jangan bertele-tele
  • Cari Sudut Unik. Saat menulis atau membuat twee atau IG sebaiknya ambil sudut yang unik, supaya tidak sama dengan teman yang lain. Kalau sudutnya      unik pembaca tidak akan bosan, dianggap bosan kalau misa tweet kita sama dengan orang lain. Pilih kata-kata yang santai tapi nyaman.
Mas Vincent dan Mba Dewi
Selain Mba Dewi juga ada Mas Vincent yang menjelaskan tentang dasar sebuah blog atau website. Bagi saya pada awalnya web dan blog itu sama, hanya yang membedakan layout dan tulisannya, ternyata ini pula yang dipahami oleh mas Vincent jadi sama lah hehe.Mas Vincent Menjelaskan komponen sebuah website yang baik yaitu : 
  • Konten. Seperti saya ketahui sebuah konten snagat penting bagi blog atau website, bagaimana orang tau tentang blog ini kalau kontennya tidak menarik. Ketertarikan terhadap konten adalah utama. Buatlah kalimat yang nyaman, santai dan unik sehingga memudahakan pembaca menelaah informasi yang kita tuliskan
  • Fitur Bantu pembaca. Fitur atau widget-widget yang digunakan dalam website supaya memduhakan pembaca dalam banyak hal. Beberapa widget yang saya gunakan dalam blog misalnya : pencarian, postingan terakhir, popular post, tentang, FAQ, kontak, dll. Harapannya ini sangat membantu orang untuk mencari sesuatu dalam blog ini atau menghubungi kita sebagai penulis atau pemilik blog
  • Design. Pemilihan tema sangat berpengaruh pengunjung berminal membaca, biasanya dengan tampilan yang simple dan mudah dicari itu akan memudahkan pembaca mencari hal yang membuat dia penasaran
  • Layout atau Tata Letak. Pilih penataan widget, tulisan, iklan yang nyaman jangan terkesana semrawut. Ketika penataan nyaman, pembaca juga akan nyaman melihat designnya
  • Performa. Blog atau website yang memiliki performa baik akan menyenangkan daripada yang berat atau lelet. Ketika web atau blog dibuka cepat dan tidak berat akan sangat nyaman daripada yang lama. Apalagi membuka menggunakan paket data akan sayang, berat langsung closed aja. Nah ini penting ya.
Nah banyak banget yang saya dapat dari Kopdar bersama CNI ini, semakin tau harus dibagaimanakan blog saya supaya lebih baik dan nyaman bagi pembaca. Baru kali ini saya belajar mengenai branding diri secara langsung, meski agak takut tapi tetep pengen mencoba branding diri supaya lebih mudah diingat. Mencoba apa salahnya 

1 komentar:

  1. Mencari sudut yang unik ini masih belum bisa sayanya nih mba. Kadang terlalu general setiap live tweet atau IG

    BalasHapus