Sabtu, 26 Agustus 2017

Ibu Bijak Pintar Mengatur Anggaran Rumah Tangga

Hayo masih inget gak kemarin aku update postingan tentang Financial Planner, udah dijembrein panjang lebar lho disana gimana cara mengatur keuangan yang baik. Menjadi wanita tidak semudah yang dibayangkan lho dia harus mengatur keuangan yang ada, dibagi kepos-pos pengeluaran keluarga supaya imbang.

Kaya aku yang memilih menjadi Ibu Rumah Tangga ini memang harus belajar banyak hal, apalagi pengantin baru ya (ea ea ea). Mumpung belum punya baby ini saat nya saya belaja bagaimana mengatur keuangan keuarga supaya baik, sehingga memiliki simpanan yang cukup untuk kedepannya.

Pertemuan kali ini diajarin sama Mba Prita Gozie untuk “Mengatur Keuangan” supaya lebih baik dan lebih rapi lagi. Gak hanya garis berasnya aja tapi Mba Prita juga mengajarkan beberapa hal detail yang sangat penting dilakukan oleh seorang istri atau ibu rumah tangga, istilah kerennya direktur keuangan (halah..)

Mba Prita mengajarkan kalau ada 3 langkah yang dilakukan dalam mengatur budgeting (mengelola keuangan), yaitu :
1. Membuat Daftar Kebutuhan (Basic Need)
Kebutuhan itu maksudnya kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar kehidupan keluarga tetap berjalan. Masing-masing keluarga pasti memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Bahkan kebutuhan suami atau istri saja bisa berbeda. Menurut Mba Prita coba buat prioritas kebutuhan suami istri dan nanti disamakan, makan itu adalah prioritas saat ini.

Kebutuhan sendiri memiliki dua macam yaitu : Kebutuhan Sekarang (kebutuhan dengan waktu maksimal 12 bulan) dan Kebutuhan Masa Depan (kebutuhana yang tidak mendesak dan bisa diakukan lebih dari 12 bulan kedepan). Nah kita haru spintar membedakan ini

Mikir gimana harud ngatur anggaran ya
2. Menyusun Anggaran
Sebelum menyusun anggaran sebaiknya yang perlu kita tau adalah berapa pendapatan keluarga kita? Setelah itu dilanjutkan dengan menyusun anggaran pengeluaran berdasarkan pendapatan dan kebutuhan yang ada. Sebaiknya menyusun anggaran berdasarkan prosentase.

Tetapi sebelumnya ada patokan presentase keuangan keluarga yang baik : Dana zakat, sedekah 5 % ; Dana darurat 10% ; Cicilan 30% ; Tabungan/investasi 15% ; Biaya hidup 30% ; Gaya hidup 10%. Ini yang biasanya digunakan, tetapi ini bisa disesuaikan bagaimana keadaan keluarga kita.

3. Mimpi Keluarga
Setiap pasangan suami istri bahkan keluarga memiliki mimpi, mimpi ini biasanya untuk keluarga mereka. Mewujudkan mimpi juga tidak mudah lho ada beberapa hal yang harus dilakukan supaya mimpi bisa terwujud.

Mewujudkan mimpi harus melakukan beberapa langkah bersama dengan suami dan keluarga, yaitu :
- Tentukan dulu tujuan/mimpi (seat goal)  
- Membuat perencanaan (make plan) 
- Usaha dan Upaya supaya terwujud (get to work)
- Tidak tergida hal baru (stick to it). 
- Raih mimpi (reach goal)

Masalah baru kadang buatku kalau ingin berlibur, secara dunia travelling sudah mendarah daging dalam diri ini sejal kecil. Kebetulan Mba Prita juga membahas tentang ini, nah pas banget khan khan. Mba Prita menyebutkan juka ingin liburan tidak menggunakan gaji. Tetapi saat travelling harus menggunakan bonus atau tunjangan, intinya tidak mengurangi pokok ya.

Sedikit lega karena selama ini saat travelling aku dan suami menggunakan anggaran diluar gaji, jadi bagaimana kita pintar-pintar mengatur banget ya. Kalau salah pos bisa kita yang kelabakan, uang sudah habis eh kebutuhan masih banyak belum dibayar repot ini mah.

Wah PR banget ini merubah pengaturan keuangan yang ada, dari bulan lalu sudah ada yang dirubah. Nah sekarang ada yang berbeda lagi saat belajar lagi dan pastinya aka nada perubahan anggaran lagi. Semoga perubahan ini bisa menjadikan keuangan rumah tangga gak bocor bak genteng ya hehe

Bagaimana ya pengaturan keuanganku?? Ngeri-ngeri sedap ini mah. Sehat apa enggak ya?? (intip buku keuanganku). Kalau keangan keuarga teman-teman gimana? Semoga aman ya, jangan kaya aku kayaknya ada bocor hehe. Makasih Mba Prita udah diajarin wah seneng banget, ilmu buat mamak baru kaya aku hehe 
semangat ngatur keuangan biar uang di dompet gak lolos :D

8 komentar:

  1. Kadang mimpian kita sama suami ga sama. Itu yg bikin lama perencanaannya ya...

    BalasHapus
  2. Uhuk uhuk yg penganten baru. Iya iya belajar dulu deh sebelum punya baby. Ntr punya baby mamanya udh pinter atur duitnya deh. Acara seperti ini perlu banget emng buat kita emak2 ya sbgai sarana belajar dong

    BalasHapus
  3. Pas banget ya ilmunya bisa diaplikasikan ya mak buat sehari2, emang penting banget deh financial planning & budgeting ini.

    BalasHapus
  4. Yuk pintar-pintar atur anggaran, jangan sampai traveling dan acara mbakso-mbakso cantik bikin jebol anggaran rumah tangga, hihi.

    BalasHapus
  5. Hai pengantin baru.... Eaaa eaaa :D Mumpung belom punya baby ya, Mbak ;) Samaan nih kita *tosss!

    BalasHapus
  6. Senengnya pengantin baru bisa traveling dan honeymoon terus yaaa

    BalasHapus
  7. pengatin baru kadang masih malu membahas keuangan padahal penting lho merencanakan sedini mungkin

    BalasHapus
  8. Biarpun pegantin baru harus semangat ngatur anggaran hehe

    BalasHapus