Rabu, 30 Agustus 2017

Kunjungan Puskermas dan DUVER Bersama Kemenkes

Sebuah perjalanan tak hanya melulu tentang kesenangan, tapi tetap harus ada makna dan pengalaman yang diambil dari sebuah perjalanan. Kali ini aku belajar banyak hal mulai dari hal kecil yang sepertinya tanpa makna ternyata ada hal yang istimewa lho. Tentang Kesehatan ini sepertinya hal yang sangat sepele tapi menjadi hal yang penting kalu ini menyangkut diri kita dan keluarga kita

Kali ini saya berkesempatan mengikuti Kementrian Kesehatan saat mengadakan Kunjungan Lapangan Tematik (KunLapTik) di Salatiga Jawa Tengah. Kunjungan ini juga meninjau bagaimana pelayanan Puskesmas dan sarana yang mendukung disana. Perjalanan kami mulai dari Semarang, perjalanan lewat Tol memakan waktu gak lama cukup 1,5jam kami sudah sampai di Kantor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga.

Pemandangan Apik di Taman Tingkir
Salatiga memang terkenal dengan daerah yang agak tinggi (perbukitan), makanya gak heran saat turun udara sejuk dan segar sangat terasa disini. Kami langsung di terima oleh Ibu Camat Tingkir Ibu Nunuk Dartini S.Pd MSi bersama jajarannya. Sangat menyenangkan sapaan hangat masyarakat Salatiga begitu hangat bagi kami. Diterima di Kantor Kecamatan lalu kita beranjak untuk ke belakang menuju Puskesmas Sidorejo Kidul yang tepat berada di belakang Kantor Kecamatan

Saat Masuk Puskesmas Sidorejo Kidul kami sudah ditunggu oleh Kepala Puskesmas dr. Desi Vebriana Pananingrum. Gedung Puskesmas Sidorejo Kidul ternyata terbagi dua bagian, gedung pertama merupakan pelayanan untuk orang sakit (dokter gigi, dokter umum, labolatorium, dll), sedangkan untung gedung pertama berisi pelayanan untuk orang tidak sakit seperti pelayanan ibu dan anak. Trus selain itu ada juga aula dan ruangan UMKM.

Puskesmas Sidorejo Kidul
Puskesmas Sidorejo Kidul buka untuk hari senin-kamis jam 07.30-12.00 dan untuk Jumat-Sabtu buka 07.30-10.00 nah ini sangat membantu sekali untuk para pegawai bisa tetap periksa kesehatan untuk hari sabtu. Menurut dr. desi visi Puskesmas Sidorejo Kidul yaitu Tanggung Jawab, Ramah, Unggul, Sopan dan Terpercaya, nah ini menjadi pegangan untuk seluruh staff supaya pelayanan di Puskesmas Sidorejo Kidul semakin baik.

Pelayanan Puskesmas Sidorejo Kidul ini ada yang istimewa menurut saya karena ada beberapa pelayanan yang hanya ada disini misalnya Kelas Laktasi, Kelas Ibu Hamil & Balita trus ada Screening HIV dan Test Jiwa. Kok ada kelas laktasi? Menurut dr Desi di Sidorejo Kidul ini ada presentase tinggi balita tidak mendapat asi eksklusif, oleh sebab itu diadakan kelas laktasi. Kelas ini bertujuan untuk memberikan pengertian lebih dalam kepada ibu atau calon ibu bahwa asi sangat penting untuk masa perkembangan anak-anak.

Salah satu suduk ruangan anak yang sangat lucu
Harapannya dengan seluruh program yang diadakan di Puskesmas Sidorejo Kidul menjadikan Masyarakat Sidorejo Kidul ini selalu sehat. Harapannya angka kesehatan masyarakat pun menjadi semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Setelah mengunjungi Puskesmas Sidorejo Kidul kita bersama beranjak ke B2P2VRP yaitu Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit. B2P2VRP ini merupakan Badan Penelitian dan Pengembangan kesehatan dibawah Kemankes RI. Disini terdiri dari banyak Lab yang memiliki tugas masing-masing untuk meneliti aneka hewan pembawa penyakit.

Kunjungan ke B2P2RVP
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) ini berdiri mulai tahun 1976 sebagai Unit Penelitian Biologi dan pemberantasan Vektor. Misi B2P2VRP yaitu menjamin mutu Litbang untuk pengendalian penyakit, mendukung pelaksanaan program pelayanan uji labolatorium dan ikut dalam pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kajian evaluasi dan desiminasi informasi hasil litbang.

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) memiliki banyak fasilitas dan sarana terutama Labolatorium yang sangat memadahi. Beberapa Laboratorium yang ada :
a.     Lab Biologi Molekuler dan Imunologi
b.    Lab Mikrobiologi
c.     Lab pengendalian Hayati dan Lingkungan
d.    Lab Reservoir Penyakit
e.     Lab Parasitologi
f.      Lab Pengujian Insektisida
g.    Koleksi dan Referensi Vektor dan Reservoir Penyakit
h.    Manajgemen Data, Epidemiologi dan Sistem Informasi Geografi
i.      Promosi Kesehatan dan Perilaku
j.      Pestisidan Botani
k.    Hewan Coba
l.      Biorepositori
m.  Resistensi
Lab diatas sangat banyak dan ini semua aktif untuk mendukung penelitian yang mereka kerjakan saat ini. Selain ada banyak lab ada juga Wahana Ilmiah Dunia Vektor dan Reservoir Penyakit (DUVER). Duver merupakan pusat dokumentasi, informasi, specimen serta display ekobionomi pengendalian vektor dan reservoir di Indonesia.

Duver menunjukkan bebrapa hal yang berhubungan dengan Vektor dan Reservoir untuk masyarakat. Masuk pertama kita disuguhi wajak tokoh nasional, ada peta Indonesia yang dibuat menggunakan lalat, nyamuk atau serangga. Serangga ini ditata sedemikian rupa supaya apik dan menunjukkan yang dimaksud. Selain hal unik berupa gambar disini kita juga ditunjukkan beberapa system penyebaran vektor

Contohnya display penyebaran vektor Malaria, selain itu cara menangkap kelelawar yang efektif dengan aneka mode juga ada disini. Menangkap kelelawar bisa menggunakan jaring atau dengan senar sehingga saat dia terbang bisa jatuh tepat sasaran. Ada juga yang membuat geli yaitu aneka model tikus mulai yang kecil hingga besar ada disini. Tikus, kelelawar, nyamuk, dll digunakan untuk penelitian dan bisa menjadi acuan saat mengidentifikasi hewan ini tergolong apa

Ada Taman yang buatan yang ada di DUVER ini, taman buatan ini menunjukkan bagaimana cara menangkap nyamuk yang baik. Mulai dari menjadikan kaki kita umpan lalu disedot menggunakan pipa, sehingga nyamuk terperangkap. Ada pula pengambilan nyamuk dan jentik menggunakan cawan kecil. Nah cara-cara ini yang digunakan di B2P2VRP untuk menangkap nyamuk agar tidak mati atau rusak.


Banyak banget khan informasi yang dipetik disini. Ternyata gak semua serangga itu baik. Banyak hewan yang menyimpan kuman dalam tubuhnya, kita harus hati-hati jangan sampai terkena penyakit karena kurang waspada terhadap hal kecil ya. Paki sepatu bot kalau membersihkan got atau gudang dan tempat sejenisnya, selalu cuci tangan ya.

2 komentar: