Mau Investasi? Pelajari apa itu Investasi

By 18.50

Masih seputar keuangan nich, lagi pengen banget belajar masalah keuangan secara detail. Maklum menjadi seorang istri itu gak mudah kita harus banyak belajar hal baru yang mungkin selama ini kita belum pernah belajar secara detail. Hanya belajar dari luarnya aja atau melihat kehidupan sehari-hari orang di sekitar kita

Belajar sebelumnya bareng Mba Prita Gozie mulai dari Financial Planner dan Budgeting nah sekarang diajak belajar lebih dalam mengenai Investasi. Apa sich Investasi??


Sebelum bahas tentang Investasi lebih dalam, mau tanya nich siapa yang sudah mulai invest? Menjadi ibu tak selamanya hanya mengatur rumah, membereskan, tetapi ada juga mempersiapkan masa depan keluarga hingga persiapan hari tua. Ibu harus berpikir lebih jauh untuk masa depan keluarganya dibandingkan ayah atau anak-anaknya
Mba Prita Gozie
Aku mungkin salah satu yang sudah berpikiran jauh masalah investasi, mulai dari sebelum menikah aku selalu menyisihkan pendapatan untuk dimasukkan ke deposito. Lumayan bisa nambah tabungan untuk nikah besok, nah bener saatnya aku menikah udah lumayan ada simpenan uang dari deposito dan bunganya


Mulai awal menikah pun kami langsung menyimpan uang yang tidak digunakan sehari-hari ke deposito. Deposito memang uang yang benar-benar tidak kita cairkan sewaktu-waktu gunanya untuk saving aja. Selain deposito kami juga membelikan beberapa Logam Mulia, meski gak sebanyak deposito jumlahnya tapi senang karena logam ini ada history nya saat akan membeli


Saat memiliki investasi kami berdua merasa lega ada simpanan jika terjadi suatu hal yang membutuhkan dana cepat. Seperti besok kalau kami sudah diberi momongan oleh Tuhan, kami rencana akan membuatkan deposito pendidikan supaya lebih ringan. Biaya sekolah saat ini tidak murah, sehingga kita menjadi orang tua harus terus berpikir. Nah kalau gini khan lega, kita tidak berpikir masalah keuangan yang berat-berat


Nah ini kalau aku. Kalau teman-teman gimana investasinya selama ini? Masih bingung? Aku jabarin ya...


Belajar Investasi


Wanita itu adalah seorang mentri keuangan?? Hah?? Kok bisa? Ialah kita adalah mentri keuangan untuk kita dan keluarga ya. Kita harus tau mengatus arus keuangan bagaimana sebaiknya. Selain itu cermat dalam mengatur prioritas keuangan jangan sampai keuangan keluarga kita timpang. Nah makanya kita harus belajar supaya menjadi menteri keuangan yang baik dan cerdas khan?


Mba Prita mengumpamakan ada 2 kapal dengan sedikit perbedaan. Kapal pertama kapal memiliki layar kecil dan yang kedua kapal ini memiliki layar yang besar. Nah bingung milih yang mana khan? Menggunakan kapal dengan layar besar memang cepat sampai, tetapi ketika ada angin dan ombak besar kapal ini menjadi tidak aman. Begitu juga dengan kapal layar kecil, diakan sangat aman untuk dinaiki. Hanya saja sampainya akan sangat lama


Jika kapal dinaiki oleh 4 orang dan hanya ada 1 ban penyelamat ini sangat tidak pas. Akan tidak aman karena hanya ada 1 ban penyelamat sedangkan yang diselamatkan ada 4, nah susah kan. Harus ada minimal 4 ban penyelamat.


Ilustrasi kapal dari Mba Prita ini sebenarnya menggambarkan hidup kita. Kita memiliki kapal tetapi layarnya kecil akan susah berkembang dan begitu-begitu saja. Ban itu sebagai cadangan ketika terjadi apa-apa dia bisa membantu menyelamatkan kita. Nah ini adalah investasi kita, ketika terjadi sesuatu dalam kehidupan makan investasilah yang akan membantu kita


Memiliki investasi itu sangat perlu untuk kehidupan kita kedepannya. Kehidupan itu kita tidak tau jalannya bagaimana kedepan, untuk menjaga hal yang tidak diharapkan kita harus berjaga-jaga. Jangan sampai menyesal kemudian. Makanya kita sangat penting tau dan memiliki investasi. Mba Prita menjelaskan Prinsip ber investasi :


1. Tau Tujuan dan Resiko Investor
sumber kajianpustaka.com
Kita ini disebut investor karena kita yang akan berinvestasi disini. Memberikan sejumlah uang untuk dilelola. Kita akan mementukan investasi ini untuk apa. Kebanyakan lebih ke investasi pendidikan anak, mengingat sekolah anak tidak murah saat ini. Nah selain itu sebagai investor ada resikonya, nah ini profil risiko investor, seperti:
  • Investor Konservatif (100% Defensif)
  • Investor Moderat (60% Defensif, 40% Agresif)
  • Investor Agresif (30% Defensif, 70% Agresif)
Profil risiko investor kita akan tahu masuk tipe yang seperti apa. Apabila mau mencoba sesuatu yang melebihi dari profil risiko kita boleh. Tapi, kita pun harus siap juga dengan risiko-risko yang akan didapatkan di kemudian hari

2. Menentukan Jangka Waktu
sumber cermati.com
Memilih jangka waktu ini tergantung tujuan investasi ini. Jangka waktu bisa panjang, menengah dan pendek. Seperti anak sekolah sebaiknya menggunakan jangka waktu menengah, jadi ketika dibutuhkan bisa langsung di gunakan.

Seperti tanah ini merupakan investasi untuk jangka panjang, karena tidak bisa diwujudkan menjadi uang sewaktu-waktu. Perlu diingat juga inflasi, semakin jaraknya lama makan kita harus perhitungkan dana yang dibutuhkan. Seperti pendidikan rata-rata inflasinya sampai 10%.

3. Macam Investasi
sumber rsfmagazine.com
Investasi ini memiliki aneka macam yang perlu diperhatikan. Tapi kita semua harus tau kalau Ragam Investasi apapun tidak ada yang aman dan untung besar. Tapi sebelum ke macam investasi Mba Prita menjelaskan tentang besa investasi, saving dan spekulasi :
  • Investasi : untuk menjadi investor yang sukses kita mebutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun. Bukan waktu sebentar untuk belajar bagaimana menjadi investor yang baik
  • Saving : maksudnya menyimpan sebagian dana kita dalam waktu yang pendek. Tetapi hati-hati terhadap inflasi, jangan sampai simpanan kita berkurang
  • Spekulasi : Spekulasi merupakan cara kita mengambil keputusan masalah keuangan kita dalam jangka yang sangat pendek. Kenapa spekulasi? Karena bisa saja menguntungkan atau merugikan kita
Kita harus menerapkan masing-masing ini sesuai kebutuhan kita. Jangan sampai salah memilih karena akan berakibat fatal dalam kehidupan kita kedepannya.

Investasi memiliki macam yang lumayan banyak. Macam investasi :
  • Aset Fisik : aset fisik merupakan kekayaan yang kita simpan sendiri dan berupa fisik bukan berupa dana segar.  Aset fisik ini contohnya : rumah, tanah, kebun, tas mahal, mainan mahal, dll 
  • Surat Berharga : surat berharga kita sering menemuinya dan ada beberapa macam. Contoh : Deposito (maks 12 bulan), Obligasi, Saham dan Reksadana
  • Bisnis : Bisnis ini adalah investasi yang sangat tinggi resikonya. Jangan salah ketika berbisnis kita kaya roda bisa tiba-tiba diatas tapi juga tiba-tiba dibawah. Nah ini agak berat tapi memang ketika laba bisa tinggi sekali. Jadi investasi bisnis harus dipikirkan matang-matang dan sebaiknya ada saving lain selain bisnis ya
4. Strategi Investasi
sumber kompas.com
Meski investasi memiliki banyak tipe, kita sebagai investor harus memiliki strategi supaya saat terjadi sesuatu kita siap :
  • cost averaging : ketika memiliki uang jangan semua diinvestasikan seketika. tetapi sedikit demi sedikit. Supaya ketika nilai investasi turun kita tidak rugi terlalu banyak.
  • disersifikasi investasi : investasi jangan disimpan pada satu bentuk dan dalam waktu yang sama. Jadi sebaiknya disimpang disesuaikan dengan rentan waktu masing-masing kebutuhan. Maksudnya supaya resiko dalam investasi dapat di minimalisir
  • jangka invastasi : hasil investasi itu tidak dalam jangka waktu pendek. Risiko berinvestasi tidak dapat dihindari tapi bisa diminimalisir dengan lamanya jangka investasi. Oleh sebab itu investasi disebut sebagai alat terbaik untuk membantu kita meraih long term goal
5. Evaluasi
sumber Futuready
Nilai investasi yang sangat tinggi saat ini selalu menjadi hal yang sagat menggiurkan terutama oleh ibu-ibu dan kalangan usia pensiun. Kenapa? Karena uang kita dapat disimpan dengan bunga yang cukup besar. Ini sebenarnya harus diwaspadai, karena tidak ada investasi dengan bunga besar dalam waktu singkat.

Pernah dengar investasi bodong yang selama ini marak di tv Indonesia? Banyak orang tertipu dengan iming-iming yang sangat besar. Kita harus waspada ya terhadap iming-iming ini :
  • Jangan tergiur hasil besar. Semua investasi ada risiko dan hasilnya tidak dapat dipastikan
  • Periksa legalitas dan izin perusahaanke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sekarang sudah ada fitur periksa izin perusahaan investasi di website OJK.
  • Skema investasi jelas. Coba cek darimana potensi keuntungan diperoleh. Misalnya, jika dari bisnis ketahui benar bisnis apa yang sedang dikerjakan.
  • Hati-hati dengan money game, arisan berantai, tawaran investasi kebun ABC, dan lainnya
Nah ini cerita kemarin belajar Investasi Keuangan bareng Mba Prita. Selama tiga kali pertemuan banyak banget hal yang bisa dipetik terutama masalah keuangan. Nah sekarang mulai menerapkan sedikit-sedikit supaya keuangan rumah tangga aman dan nyaman

Kaya masalah investasi ini aku sudah mulai jadi tinggal memastikan semua aman plus kalau bisa nambah ya pelan-pelan hehe. Makasih ya Visa, semakin mantap menjadi menteri keuangan sendiri. Hayuk semangaattt pasti teman-teman juga bisa
Emak-emak Belajar Investasi

You Might Also Like

6 comments

  1. iya ya memiliki investasi meski logam mulia yang masih kecil pun lebih aman. Berjaga-jaga menyiapkan masa depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener baget. Pokoknya harus siap sedia dech

      Hapus
  2. Manfaat banget ya workshopnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mak. Pokoknya harus belajar terusss

      Hapus
  3. Awas investasi bodong dimana-mana. Bener banget jangan tergiur ya dengan iming-iming hasil besar. Dulu yang marak investasi kebun ABC tuh. Acaranya padat ilmu banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pokoknya kita harus waspada jangan sampai salah milih

      Hapus