Jumat, 17 April 2020

Tips Membiasakan Anak Tidur Malam Rutin

Seringkali kita mendengar keluhan kekurangan tidur di malam hari dari ibu-ibu yang baru melahirkan bayinya. Mereka mengatakan bayinya suka bangun di malam hari (selain untuk ganti popok dan minum susu) dan susah untuk ditidurkan kembali. Apakah anda mengalaminya?

Perlu anda ketahui bahwa bayi yang baru lahir tidak mengenal adanya perbedaan antara siang dan malam, baginya sepanjang hari sama saja. Nah, tugas andalah untuk membantunya mengenali perbedaan antara siang dan malam hari.

Akan banyak manfaatnya bagi anda dan bayi anda jika anda mampu menciptakan rutinitas tidur yang baik bagi bayi anda, anda akan merasa segar di pagi hari, dan bayi anda pun bahagia karena ibunya terlihat bahagia dan siap menemaninya. Yang diperlukan disini adalah kedisiplinan dan kesabaran. Ingatlah bayi anda perlu suatu ritme. Bayi yang memiliki rutinitas tidur dan jadwal yang jelas, akan lebih mudah tertidur dibandingkan dengan bayi yang waktu tidurnya tidak teratur

Berikut hal-hal yang bisa anda lakukan, beberapa  Tips Membuat Bayi Yang Baru Lahir Tidur Lelap Sepanjang Malam:
1. Tidurkan bayi anda di jam yang hampir sama di setiap malamnya, ini akan membuat tubuhnya terbiasa dengan waktu tidur yang anda buat. Dan lama kelamaan dia pun akan selalu merasa mengantuk di jam yang hampir sama.
2. Buatlah rutinitas sebelum tidur. Sebelum anda menidurkan bayi anda, lakukanlah kegiatan-kegiatan yang sama setiap malamnya sebelum anda menidurkannya seperti, ganti popok lalu mengganti bajunya, membacakan cerita, mendengarkan muski  lembut, dll. Dengan hal seperti ini setiap harinya sebelum ia tidur, dia akan mengerti bahwa jika anda melakukan hal itu (ganti popok lalu mengganti bajunya, membacakan cerita, mendengarkan music lembut, dll) dia akan tahu bahwa sebentar lagi waktunya untuk tidur.
3. Bedakan kegiatan siang dan malam hari.  Di malam hari saat anda akan menidurkannya, matikan sumber-berisik seperti tv, radio, dll. Buatlah suasana setenang mungkin, jangan lagi bermain-main dengan bayi anda. Buat dia mengerti bahwa siang hari adalah waktunya bermain, diajak bercanda, makan, minum, ditimang-timang sedangkan malam hari adalah waktunya tidur.
4.Gunakan lampu tidur/ lampu yang redup. Saat tidur lebih baik gunakan penerangan seminimal mungkin, untuk membuat dia mengerti bahwa kalau sudah gelap berarti sudah waktunya tidur
5. Jika bayi anda terbangun di malam hari dan terlihat aktif, jangan diladeni, anda bisa memeluknya dan mengajaknya tidur kembali.
6. Tidurlah disamping bayi anda, usahakan jangan tidur terpisah (jangan letakkan bayi di dalam boks bayi). Bayi akan merasa nyaman ketika anda tidur disampingnya sepanjang malam, saat dia terbangun di malam hari, dia tidak akan ketakutan karena dia tahu ibunya selalu ada disampingnya.
7. Lebih baik anda memberikan asi anda di malam hariketimbang memberikan susu botol. Ketika bayi anda lapar, anda cukup memiringkan tubuh anda ke bayi anda, lalu bayi anda bisa menyusu dengan mudah, anda tidak perlu terganggu tidurnya, karena bisa menyusui sambil tiduran, bayi pun  tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk menunggu anda menyiapkan sebotol susu.
8. Adalah wajar jika bayi bangun di malam hari, karena ada pengalihan dari fase tidur REM ke non REM. Saat fase inilah bayi sering terbangun. Tugas anda adalah membantunya untuk tidur kembali, usap saja kepalanya, nyanyikan sebuah lagu lembut, jangan diajak mengobrol atau hal lain.
9. Jangan membangunkan bayi untuk ditimang atau dikagumi orang.
10.Jangan biasakan bayi tidur selain di tempat tidur, seperti di ruang tamu dengan televisi dan ditemani banyak orang. Tempat untuk tidur hanyalah di tempat tidur
11. Bedakan pemberian susu di malam hari dan siang hari. Di siang hari anda dapat menyusuinya sambil mengajaknya bicara dan bermain, sedangkan di malam hari sebaiknya sunyi, dan tidurkan bayi anda setelah dia minum susu.
12.Gunakan diaper/pospak, bukan popok kain. Penggunaan diaper akan membuat bayi anda merasa nyaman karena tidak perlu sering-sering bangun karena pantatnya basah. Jadi frekuensi bangun karena popok basah bisa diminimalkan. Gunakan popok yang daya serapnya bagus, dan bersihkan kelamin dan pantatnya setiap ganti popok agar tidak muncul ruam. Kalau bayi anda bangun karena BAB, segera ganti popoknya dan  bersihkan kelamin dan pantatnya.

Demikianlah tadi diantaranya Tips Membuat Bayi Yang Baru Lahir Tidur Lelap Sepanjang Malam. Setiap bayi tidaklah sama, jadi anda juga bisa menggunakan cara anda sendiri dengan mencoba-coba, sehingga anda akan tahu yang mana yang cocok diterapkan untuk bayi anda. Untuk mengenalkannya sebuah siklus tidur pada bayi dibutuhkan kesabaran ekstra apalagi di periode minggu pertama kelahirannya, karena bayi anda masih melakukan penyesuaian dengan dunia yang begitu asing baginya, beberapa bayi bisa saja lebih sering menangis dibanding bayi lainnya. Dia begitu membutuhkan orangtuanya terutama ibunya, kasih sayang anda akan membuatnya merasa nyaman. Selamat mencoba!

Selasa, 14 April 2020

Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI

Bagi setiap keluarga hadirnya buah hati ditengah-tengah keluarga merupakan anugerah yang sangat besar. Kehadirannya dapat membuat membuat suasana rumah menjadi bahagia dan hangat. Terlebih lagi bila anak tersebut merupakan anak pertama, sebagai orang tua pastinya akan sangat senang. Dan sebagai orang tua pastinya akan senantiasa berusaha merawat anaknya dengan benar, dengan harapan sang anak tidak terkena penyakit serta selalu sehat.

Ketika masih bayi, tentunya anak akan sangat dibutuhkan perhatian serta pengawasan yang extra, karena pada fase ini bayi masih memiliki  tubuh yang lemah. Pada sebagian seringkali bayi mengalami muntah setelah minum ASI. Bagi keluarga baru, ini akan membuat orang tua sangat khawatir, karena tidak ingin terjadi apa – apa pada buah hatinya. Nah berikut akan kita bahas Penyebab Anak Muntah Setelah Minum ASI.

Apa Itu Muntah?
Muntah reaksi tubuh yang terjadi karena kontraksi otot– otot perut yang kuat sehingga  isi lambung keluar secara terpaksa melalui mulut. Terjadinya kontraksi pada otot-otot perut dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Apa Saja Penyebab Anak Mengalami Muntah Setelah Minum ASI ?

  • ASI Melebihi Kapasitas Lambung.

Penyebab bayi muntah saah satunya adalah karena makanan yang terdahulu. Saat kondisi lambung masih terdapat makanan yang terdahulu dan anda memberikan ASI lagi, akan membuat lambung menjadi penuh dan tidak memungkinkan untuk menampung ASI lagi. Sehingga bayi akan menjadi muntah setelah minum ASI, dikarenakan kelebihan ASI keluar lagi. Bayi mempunyai kapasitas lambung sendiri.
Saat menyusui dengan posisi yang tidak tepat dapat menjadi Penyebab Anak Muntah Setelah Minum ASI. Ketika anda menyusui sambil tiduran dan bayi tidur terlentang akan membuat bayi anda muntah, ini di sebabkan dengan posisi itu ASI yang harusnya masuk ke saluran pencernaan malah masuk ke system pernafasan. Alangkah lebih baik jika anda menyusui kepala bayi lebih tinggi dari tubuhnya sehingga bayi tidak akan muntah setelah minum ASI.

  • Pemakaian DOT yang Tidak Tepat.

Muntah setelah minum ASI dapat terjadi jika anda salah memberi dot, sehingga lambung lebih banyak terisi udara, dan ketika ASI masuk lambung sudah penuh mengakibatkan susu keluar lagi.

  • Belum Sempurnanya Klep Penutup Lambung.

Di antara saluran pencernaan atas dan lambung terdapat klep penutup lambung. Sebelum masuk ke lambung, ASI akan masuk ke saluran pencernaan atas dahulu. Dan fungsi dari klep ini penting mengatur masuknya ASI ke dalam lambung. Apabila klep ini tidak berfungsi maka dapat menyebabkan anak muntah setelah minum ASI. Dan bayi pada umumnya memiliki klep yang belum sempurna, sehingga seringkali bayi mengalami muntah setelah minum ASI yang seringkali disebut dengan istilah “gumo”.

  • Fungsi Pencernaan Belum Sempurna.

Selain itu salah satu penyebab bayi muntah sesaat setelah minum ASI yaitu di sebabkan karena saluran pencernaan bayi peristaltic belum sempurna. Jika saat menyusui sang bayi terus saja menggeliat dan menangis akan membuat bayi muntah setelah minum ASI, ini disebabkan dengan terus menggeliat dan menangis tekanan di dalam perut bayi  tinggi dan ASI akan keluar.


Bagaimana cara menghindari muntah setelah minum ASI bagi bayi?
Agar anak anda tidak muntah setelah minum ASI jangan memberikan ASI saat bayi sedang berbaring.
Control pemberian ASI bagi bayi anda, jangan melebihi kapasitas lambung sang bayi, sehingga bayi anda tidak akan muntah setelah minum ASI.
Setelah selesai menyusui usahakan bayi bersendawa segera. Dengan bersendawa ASI akan masuk ke lambung dan bayi tidak akan muntah setelah minum ASI.

Bagi ibu muda atau ibu baru, mengetahui Penyebab Anak Muntah Setelah Minum ASI dan cara menghindarinya sangat penting. Sehingga saat bayi muntah anda tidak perlu terlalu panik serta khawatir. Beberapa ibu sering panik saat anak muntah, jadi ini penting ya

Jumat, 10 April 2020

Stop Ketergantungan Anak Pada DOT

Asi adalah makanan terbaik bagi bayi, namun sayang, karena satu dan lain hal, karena keadaan yang mendesak pastinya, beberapa bayi kurang beruntung karena diberi susu formula oleh orangtuanya.. Media yang dipakai untuk memberi susu ini biasanya botol dan dot steril. Namun lagi-lagi sayang, beberapa anak menjadi ketergantungan memakai alat ini hingga usia anak mencapai 2-3 tahun, bahkan ada yang sampai 5 tahun. Hmmm… selain berpotensi merusak gigi, tentu secara estetika kurang pantas anak seusia sekolah masih memakai botol dot untuk minum khan?

Bahkan ada sebagian kecil  orangtua yang memberikan makanan padat menggunakan botol dot.  Bubur bayi dimasukkan kedalam botol, kemudian ujung dot digunting sehingga terbentuk lubang yang cukup besar untuk keluarnya makanan. Sang bayi tinggal menyedot aja makanan dalam botol. Kedengarannya sangat praktis ya??  Hal seperti ini tidak layak ditiru ya bunda,  menghambat bayi belajar mengunyah makanan, sehingga mempengaruhi perkembangan motorik halusnya. Lantas, bagaimana cara Menghentikan Ketergantungan Anak Memakai Botol Dot?

Sesegera mungkin latih anak untuk meninggalkan botol dotnya. Saat  anak mulai bisa menggunakan sedotan, gunakan gelas + sedotan untuk minum susu.  Bisa anda gunakan gelas dengan model yang lucu-lucu, itu akan lebih menarik minatnya. Mungkin orangtua khawatir sang anak jadi rewel, berkurang volume minum susunya, atau bahkan menolak minum susu samasekali.  Para orangtua semestinya tidak perlu khawatir, semua itu mungkin terjadi selama proses, tapi hal ini bisa disiasati dengan lebih banyak memberikan makanan padat bergizi. Bagaimanapun juga, susu bukanlah “minuman dewa” yang dengan minum itu semua kebutuhan gizinya terpenuhi. Susu hanya pelengkap, sumber-sumber gizi lainnya justru banyak diperoleh dari makanan.

Dengan lebih banyak makanan yang dikonsumsinya, anak akan lebih kenyang, kebutuhan gizinya terpenuhi, berkurangnya frekuensi ngompol, dan tidak akan terbangun dimalam hari karena lapar dan meminta anda membuatkan susu.  Tentu sangat menyenangkan bukan?

Seiring makin bertambahnya usia, anak makin bisa memahami ucapan orangtuanya, berikan pengertian kalau dia tidak boleh lagi menggunakan botol dot.  Triknya, katakan bahwa sang anak “udah besar” atau jadikan dia sebagai “kakak”. Tidak perlu punya adik untuk menjadi kakak, anda bisa memakai bayi saudara atau bayi tetangga sebagai “adik” untuk menjadikan dia sebagai kakak.  Biasanya anak memiliki kebanggaan akan statusnya itu.. Kemudian tanamkan padanya bahwa sebagai anak yang sudah besar, dia tidak minum memakai botol dot lagi, hanya bayi yang minum menggunakan botol dot, tekankan tentang hal itu.  Kemudian, buatlah sebuah momen dimana sang anak memberikan botol dotnya ke adik kecilnya.  Ingat, harus dia sendiri yang memberikan botol dotnya ke sang adik.

Langkah terakhir yang diperlukan hanyalah kesabaran dan keteguhan orangtua. Jika anak jadi rewel dan meminta botolnya, ingatkan bahwa dia sendiri yang sudah memberikannya ke adik bayi.  Anda jangan sampai tergoda untuk memberi kelonggaran dengan memberikan kembali botolnya dengan alasan-alasan diatas.  Secara tidak langsung, anda telah mengajarkan anak mengenai disiplin, prinsip dan pendirian.

Mengajari anak melepas dot memang tidak mudah, tetapi yuk kita latih perlahan supaya anak lebih baik ke depannya

Selasa, 07 April 2020

Masalah Saat MengASIhi

Pemberian asi merupakan salah satu tahapan yang dapat memberikan dampat positif bagi ibu dan bayi. PEnting untuk mengetahui hal-hal yang menunjang pemberian asi secara maksimal. Berikut ini adalah beberapa Masalah yang Mungkin Timbul dalam Pemberian ASI  serta beberapa tips cara mengatasinya.

Nyeri Puting
Pada umunya kebanya wanita yang pertama kali menyusui akan mengalami nyeri puting saat menyusui. Akan tetapi hal ini harus dapat segera diatasi agar proses menyusui dapat terus berlangsung serta payudara tidak menjadi bengkak. Bila mulut bayi melekat sempurna pada areola, nyeri ini akan hilang biasanya dalam seminggu.

Cara mengatasi nyeri puting:
1. Jangan membersihkan puting susu dengan sabun atau alcohol. Anda dapat membersihkannya dengan menggunakan baby oil untuk mengendurkan/melemaskan kulit payudara.
2. Jaga agar kulit tetap berada dalam keadaan kering dengan lebih sering mengganti BH, terutama bila sudah terkena noda susu, untuk lebih efisien, anda bisa menggunakan breast pad yang bisa ditempel pada BH.
3. Usahakan bayi menghisap sebagian besar areola (daerah yang lebih gelap disekitar puting), jangan hanya putingnya saja.
4. Batasi lamanya menyusu, namun tingkatkan frekuensinya.

Payudara Bengkak
Pembengkakan pada payudara pada umumnya disebabkan penuh dengan ASI yang tidak dikeluarkan, hal ini dapat menyebabkan tidak nyaman, sakit, bahkan dapat mengakibatkan demam pada sang ibu.

Cara mencegah payudara agar tidak bengkak: 
Usahakan mulai menyusui secepat mungkin setelah melahirkan, sebaiknya dalam satu jam pertama.pastikan bayi mengosongkan salah satu payudara setiap menyusu.
Susui bayi sesering mungkin, dan sebaiknya susui bayi dengan kedua payudara secara bergantian.
Anda dapat menyusui dengan posisi yang berbeda agar mulut bayi melekat dari sudut yang berbeda pula. Ini membantu bayi mengisap semua asi.
Pastikan BH tidak terlalu ketat.
Usapkan kain lembut yang hangat sebelum menyusui agar areola dan kelenjar susu di bawah kulit lebih lembut. Adakalanya istirahatkan puting,  biarkan terkena udara sejenak sebelum menyusui, khususnya bila areola bengkak dan teraba keras.
Cara mengatasi jika payudara bengkak: 
Tetap menyusui atau mengeluarkan ASI sehingga dapat mengurangi tekanan dan melembutkan payudara.
Teruskan mengompres payudara dengan air hangat agar lebih nyaman sebelum menyusui. Apabila bayi belum mau minum saat payudara anda bengkak, anda dapat memompa asi anda untuk mengeluarkan asi sehingga anda merasa nyaman.

Puting Susu Lecet
Puting susu menjadi lecet kebanyakan karena posisi saat menyusui yang kurang tepat, atau bisa saja karena bayi hanya mengisap puting payudara saja tidak sampai mengisap areola dalam waktu lama.

Untuk mencegah dan mengatasi puting susu lecet:
Kompreslah payudara sebelum memulai menyusui dengan kain yang direndam air hangat.berikan asi pada payudara yang tidak terlalu sakit dahulu. Bila payudara terasa sangat sakit dan bengkak, hentikan proses menyusui dari satu atau kedua payudara untuk sementara waktu dalam 24 jam, dan berikan bayi susu dari botol dengan mengeluarkan asi anda. 
Jika sudah terasa lebih baik, anda dapat lanjut menyusi bayi anda dengan waktu pemberian yang dibatasi tapi dengan frekuensi sering. Hindari untuk menarik bayi dari payudara saat proses munyusui sedang berlangsung, tapi letakkan dahulu jari anda ke ujung bibir bayi untuk membuka mulut bayi. 
Penting untuk senantiasa menjaga kebersihan daerah payudara anda, gantilah pad atau penyerap asi yang basah sesering mungkin. Oleskan beberapa tetes asi ke puting payudara setiap selesai menyusui dan biarkan kering diudara. Hal ini dapat mengurangi rasa sakit. 
Bila puting susu yang lecet menimbulkan rasa sakit yang berlebihan atau lama sembuh, konsultasikan ke dokter anda.

Radang Payudara/Mastitis
Ini terjadi karena adanya infeksi bakteri yang menyebabkan pembengkakan payudara, gejalanya: payudara bengkak, panas, kemerahan, dan dapat disertai demam tubuh. Bila ini terjadi, segera hubungi dokter.

Semoga para ibu selalu sabar dan semangat untuk mengASIhi buah hati tercinta. Semangat untuk para ibu

Jumat, 03 April 2020

Kecelakaan yang Mungkin Terjadi Pada Si Kecil

Walaupun hanya di dalam rumah, seorang bayi berpotensi mengalami kecelakaan. Yang biasanya sering terjadi adalah jatuh dari tempat tidur, terjatuh saat bermain atau terkena benda tajam. Berikut adalah kejadian Kecelakaan yang Mungkin Terjadi Pada Si Kecil yang mungkin dapat melukai dan membahayakan bayi anda.

Terjatuh dari ranjang, untuk mencegahnya pagari ranjang dengan bantalan empuk
Tersengat listrik, cegah dengan menutup stop kontak dengan selotip. Letakkan juga segala perlengkapan elektronik jauh dari jangkauannya. Rapikan kabel-kabel yang menjuntai ke lantai
Tertimpa benda berat, cegah dengan merapikan semua barang-barang yang bisa di jangkau oleh bayi. Kunci semua laci lemari.
Terpeleset, pastikan semua lantai dalam keadaan kering untuk mencegahnya terpeleset
Memakan benda berbahaya, pastikan anda meletakkan semua barang berbahaya jauh dari jangkauannya, seperti obat nyamuk, sabun atau pembersih lantai
Jatuh dari ketinggian, cegah dengan memagari balkon atau teras yang tinggi dengan pintu agar bayi tidak bisa menerobos
Terluka dengan benda tajam, cegah dengan menyimpan benda tajam jauh dari jangkauannya
Terbakar, cegah dengan menjauhkan sumber api dari jangkauan tangan si kecil
Tersiram air panas, cegah anak masuk ke dapur atau menjangkau termos
NOTE: Apabila anak anda tersiram air panas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah buka semua bajunya. Perhatikan bagian yang paling parah terkena air panas. Segera siram dengan air keran yang mengalir. Jangan sekali-kali mengoleskan pasta gigi atau margarine sebaiknya diberi salep luka bakar. Apabila lukanya terlihat parah segera bawa ke dokter
Kecelakaan mobil, usahakan mendudukan anak di kursi belakang untuk mengurangi resiko cedera bila terjadi kecelakaan
Keracunan, cegah dengan meletakkan obat di tempat yang terkunci atau meletakan peralatan yang mengandung zat kimia jauh dari jangkauan anak-anak
Tercekik makanan yang berukuran kecil, cegah dengan selalu memperhatikan apa yang anak anda makan. Jauhkan benda-benda kecil dari jangkauannya
Tenggelam, cegah dengan selalu mendampingi anak anda pada saat mandi atau berenang

Berikut adalah beberapa rekomendasi tambahan tentang apa yang harus Anda lakukan untuk menjaga bayi dan anak Anda aman di rumah.
Perhatikan Lingkungan Sekitar Tempatnya Bermain

Cara yang paling efektif untuk memastikan keselamatan bayi dan anak Anda adalah tetap memantaunya pada saat bermain di rumah. Perhatikan apa saja yang bisa dijangkau olehnya? Apa yang tampak menggoda untuk diambil? Kemana biasanya ia pada saat merangkak, berjalan-jalan, atau berlari? Hal ini dapat membantu Anda mengetahui dimana saja area yang biasa ia masuki pada saat berjalan atau merangkak.

Hati-hati menyimpan benda berbahaya, termasuk produk pembersih, obat-obatan, vitamin, dan benda tajam. Bila perlu letakkan dalam lemari terkuci sehingga membatasi akses anak Anda untuk mengambilnya. Perhatikan benda-benda kecil di rumah anda seperti koin, kelereng, manik-manik, klip kertas, dan benda-benda kecil lain.Pastikan semua tersimpan dalam lemari terkunci atau di tempat yang tinggi.

Cek Semua Stop Kontak di Rumah Anda 
Tutup semua stop kontak yang dapat dijangkau oleh bayi dan anak-anak dengan selotip. Bila memungkinkan pindahkan ketempat yang lebih tinggi untuk mencegahnya tersengat listrik

Hati-hati dengan Furnitur dan Perlengkapan Rumah Tangga
Furnitur dan perlengkapan rumah tangga juga berpotensi menyebabkan kecelakaan didalam rumah. Rak buku yang besar atau berat, meja rias, dan peralatan adalah bahaya yang nyata. Letakkan barang-barang yang berat di laci atau lemari bagian bawah.

Bila ada rak buku atau hiasan, pastikan dalam posisi yang kokoh. Tempelkan pada dinding dan jangan meletakkan barang pecah belah di atasnya. Beri perlindungan pada sudut furniture yang tajam. Hal ini untuk menghidari terjadinya luka yang parah bila anak tidak sengaja terjatuh dengan area yang tajam.

Gerbang Penghalang
Pastikan kunci pintu yang menuju area keluar rumah dengan gembok. Selain anak anda aman hal ini juga untuk mencegah orang tidak dikenal masuk kedalam rumah. Apabila didalam rumah anda ada tangga menuju lantai atas lebih baik diberi pintu atau letakkan penghalang untuk mencegah si kecil naik ke atas.

Periksa Tirai dan Gorden 
Seorang anak bisa terjerat dalam tali jendela dilingkarkan dan mencekik dalam hitungan menit. Untuk menghindarinya, gulung tirai atau ikat sehingga anak-anak tidak dapat menjangkaunya.

Mencegah Anak-anak Tenggelam 
Bak, toilet, dan bahkan ember air semua potensi bahaya. Itulah mengapa penting untuk praktek keselamatan air di rumah. Sebagian besar kejadian tenggelam terjadi di bak mandi. Jangan pernah meninggalkan bayi Anda tanpa pengawasan di bak mandi. Pastikan selalu mengawasinya pada saat mandi.

Berhati-hati di sekitar kolam renang dan kolam air panas. Jika Anda memiliki kolam rendam, tiriskan dan simpan setelah menggunakannya. Jika Anda memiliki kolam renang, pastikan ada gerbang pembatas sehingga menghindari anak-anak bermain sendiri tanpa pengawasan.

Mencegah kebakaran
Hampir 2.500 anak-anak terluka atau tewas dalam kebakaran perumahan pada tahun 2002, dan lebih dari setengah dari mereka anak-anak di bawah usia 5, menurut Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA).

Untuk itu hindari anak-anak kontak dengan korek api, kompor atau alat perapian lainnya. Beri penjelasan kepada anak anda tentang bahaya bermain api. Letakkan benda yang dapat memicu api jauh dari jangkauan anak-anak.

Demikianlah tadi ulasan kita kali ini membahas tentang Kecelakaan yang Mungkin Terjadi Pada Si Kecil. Semoga dapat menjadi referensi yang bermanfaat, khususnya bagi para orang tua dalam memberikan yang terbaik untuk sang buah hati agar senantiasa merasa aman dan nyaman dalam masa tumbuhnya.

Selasa, 31 Maret 2020

Cara Mengenalkan Musik pada Bayi

Ketika bayi menginjak usia kurang dari satu tahun, perkembangan indera pendengaran dan indera penglihatannya mulai tampak signifikan. Pada tahap ini memang perkembangan kecerdasan motorik kasar ataupun motorik halus bayi masih belum mencapai keadaan optimal karena bayi masih mengembangkan kemampuan kognitifnya lewat pendengaran dan penglihatan. Menurut salah satu penelitian yang pernah dilakukan, stimulasi musik merupakan salah satu cara optimal dalam mengembangkan kecerdasan kognitif pada bayi. Bagaimana Cara Mengenalkan Musik pada Bayi agar tumbuh-kembang kognitifnya bisa mencapai keadaan optimal?

Berikut ini beberapa kiat dan tips Cara Mengenalkan Musik pada Bayi sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu :

Portable. Sediakan alat pemutar musik portable yang sekarang banyak tersedia di pasaran. Pemutar musik portable merupakan salah satu pemutar musik yang praktis karena bisa dibawa kemanapun, serta mudah karena cukup mencolokkan memory card berisi file musik pada slotnya dan alat ini secara otomatis akan langsung bekerja. Letakkan portable musik yang berisi lagu-lagu seirama detak jantung didekat tempat tidur bayi.

Permainan. Kenalkan juga bayi pada instrument musik yang berupa mainan. Saat ini banyak tersedia di pasaran permainan instrument musik. Pilih yang sederhana saja seperti drum atau rebana. Kemampuan motorik kasar bayi masih hanya terbatas pada gerakan memukul.Video edukatif. Putarkan atau pertontonkan video edukatif yang memang khusus dibuat untuk bayi. Video edukatif untuk bayi biasanya dibuat dengan tujuan melatih indera penglihatan dan pendengaran, oleh karenanya biasanya berisi tentang pengenalan angka dan bentuk dengan berbagai warna menarik dan diiringi dengan musik. Memutarkan video edukatif bayi merupakan salah satu cara untuk mengenalkan musik pada bayi.

Beri contoh. Orangtua hendaknya memberi contoh cara bermusik atau memainkan instrument musik sebagai bagian dari stimulasi pengenalan musik. Lakukan stimulasi permainan musik ini pada setiap waktu, walaupun stimulasi terbaik hendaknya dilakukan ketika bayi sedang dalam keadaan bersantai. Stimulasi memainkan alat musik untuk melatih kemampuan pendengaran tidak perlu lama, cukup sekitar 10-15 menit, namun dilakukan berulang-ulang.

Pertunjukan. Bagi orangtua yang berkecukupan dalam ekonomi, tidak ada salahnya sesekali mengajak bayi menikmati pertunjukan musik. Namun demikian, pilihlah jenis pertunjukan musik yang tidak terlalu “berisik”. Usahakan menonton pertunjukan musik yang menyuguhkan jenis musik lembut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan bayi rewel akibat gangguan suara yang dianggap mengganggu.

Demikianlah beberapa kiat dan tips Cara Mengenalkan Musik pada Bayi yang bisa dijadikan pertimbangan orangtua. Menurut penelitian yang pernah dilakukan, mendengarkan musik terutama musik klasik pada bayi bisa mempengaruhi tingkat kecerdasan bayi. Hal ini disebabkan irama musik klasik ternyata memiliki panjang gelombang yang sama untuk mengembangkan kemampuan otak bayi melalui rangsangan atau stimulasi psikologis dan sosio-emosional. Semoga bermanfaat.