Minggu, 08 September 2019

Belajar Literasi Keuangan untuk Rumah Tangga dan UMKM bareng VISA

Menjadi seorang istri adalah hal baru untuk saya, meski saya semua urusan selalu dibahas bersama sejak pacaran. Kami sudah pacaran 11 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, menikah pun karena pada teriak-teriak *husstt rahasia ya hahaha. 

Meski kami sudah lama sekali bersama tetapi tetap membahas masalah keuangan ini supaya semuanya nyaman. Keuangan atau masalah ngatur duit ini suka gampang-gampang susah karena kebutuhan juga banyak dan mahal. Sering kelabakan dengan hal ini

Apalagi sejak punya bayi alias baby, perhatian bahkan keuangan tecurah sama dia semua. Bagaimana kesehatan, tumbuh kembang dan masa depan dia kami coba persiapkan dengan baik. Supaya menjadi anak yang lebih baik dari orang tuanya

Porsi keuangan untuk keluarga kecil ini yang mulai bingung, jadinya waton aja. Asal ada ya gunakan-gunakan, tapi sekarang merasa kok banyak banget yang sia-sia ya? Wah salah ini, harus butuh pembenahan. Keluarga kecil aja susah ngaturnya, apalagi kalau mau bikin usaha. Selama ini pengen banget bikin usaha supaya ada kegiatan tambahan

Pengen belajar ahh bikin usaha kecil-kecilan supaya pikiran gak tertuju satu tempat aja. Lagian mencoba keberuntungan semoga jadi rejeki keluarga, tapi mau belajar urusan keuangan dulu ah

Pas banget kemarin kesempatan belajar literasi keuangan #IbuBerbagiBijak yang diadakan oleh VISA. Acara seperti ini ternyata sudah menginjak tahun ke tiga ternyata, dan kali ini sudah mulai ada di Jogja. Visa selama ini menggandeng OJK dan BI, tapi kali ini bertambah bekerjasama dengan pelaku usaha dan UMKM.

Pesertanya kali cukup banyak mulai dari blogger, para pengusaha UMKM dan pengusaha tergabung dalam DEKRANASDA. Khan cocok nich buat aku yang memang lagi pengen belajar masalah literasi keuangan dalam bidang usaha

Selama ini kalau mau bikin usaha suka takut-takut, berhasil gak ya? Untung gak ya? jangan-jangan malah rugi nanti. wah kalau rugi malah buanng waktu dan biaya ya

Belajar langsung sama pakarnya yaitu Mba Prita Gozie, seorang financial planner yang memang ahli di bidangnya. Sudah ikut belajar sama mba prita 3 kali dan ini ke 4. materinya santai tapi mengena banget, bikin kita manggut-manggut benar tentang semua hal yang dikatakan

Sebelum membuat usaha perlu dipikirkan lebih dalam tentang banyak hal, gak bisa langsung oke-oke saja. Perlu dipikirkan saat membuat usaha :
  • Mau Usaha apa : sebaiknya yang kita menguasai supaya kita tidak perlu belajar lebih dalam tentang hal baru
  • Tidak Tahu Untung & Rugi : bagaimana keuangannya harus dibuat cashflow, supaya tidak amburadul. Buat catatan arus keuangan
  • Hal Lain : pastikan kita kan modal sendiri atau bermitra, kalau modal sendiri asalnya darimana dan bagaimana
Sebelum membuat usaha ini kita harus membuat rencana usaha, rencana ini  berkaitan dengan modal dan rencana awal. Modal ini dihitung tentang investasi awal, modal kerja operasional dan biaya tetap usaha. Semua harus dihitung detail supaya ada gambaran untuk kedepannya. Bahkan memikirkan usaha sampai 1 tahun kedepan

Pertimbangan lainnya yaitu pertimbangan kunci usaha sukses. Kunci ini harus dipikirkan mengenai pembiayaan dan operasional nya. Pembiayaan akan pinjaman atau modal sendiri, kalau pinjaman akan pinjam kemana

Masalah pinjaman ini sedang sangat ramai karena ada konsekwensi yang mengikat dengan hal ini. Sebelum mengambil pinjaman sebaiknya pikirkan kebutuhan dananya, beri kelebihan 10% dari rencana keuangan, atau pikirkan pendanaan selain pinjaman. Pinjaman sendiri bisa lewat BANK, Lembaga Keuangan atau P2P Lending (Pinjaman Online)

Aneka pinjaman ini bisa menjadi pilihan. Tapi untuk P2P Lending sebaiknya dipikirkan baik-baik supaya kita tidak mudah terjebak. Mereka memberikan pinjaman dengan syarat yang super mudah, jadi ada konsekwensi lain dengan bunga yang sangat tinggi. Untuk pinjaman sebaiknya dipikirkan matang ya

Kok perlu mengelola keuangan? Ia donk kita harus tau bagaimana kondisi keuangan kita sehat atau tidak, kalau tidak sehat harus segera diperbaiki. Parameternya bagaimana? 
  • Hutang adalah pinjaman produktif bukan konsumtif, cicilan dibawah 30%
  • Biaya hidup lebih kecil dari pemasukan. Biaya hidul maksimal 50% dan sisanya untuh saham 
  • Punya dana darurat minimal 3x dari pengeluaran kita perbula. Dana ini sebaiknya berupa kas
  • Punya Tabungan untuk rencana kedepan dan Investasi
Semua penjelasan ini bener banget ya kita harus memikirkan matang-makan sebelum semuanya. Bagi yang sudah mulai usaha perlu melakukan check terhadap kondisi keuangan usaha. Bagi pebisnis ada tips lagi :
  • Buat dan Punya Rencana Kuangan
  • Tidak ada hutang konsumtif, semua hutang produktif
  • Punya Tabungan dan Investasi
  • Siapkan Dana Darurat
  • Pastikan ada asuransi kesehatan dan jiwa
Semuanya PR banget buat kita yang pengen buat usaha, baiklah pulang ini akan coba langsung buat rencana keuangannya. Supaya semua benar-benar dipersiapkan bukan berhenti di tengah jalan. Bagi yang sudah memiliki usaha jangan lupa untuk mencoba menerapkan

Wak ketampar banget rasanya keuangan keluarga aja suka gak jelas ya. Semua harus mulai diperbaiki supaya hidup lebih nyaman lagi, hapus semua hutang alias kewajiban. Semoga keuangan jadi lancar dan enak ya

0 comments:

Posting Komentar