Jumat, 13 Maret 2020

Berkomunikasi dengan Bayi

Jika anda melihat bayi anda senang bergumam sendiri, ternyata mereka sedang mencoba berkomunikasi dengan anda. Penelitian mengenai hal ini pun sudah pernah dilakukan oleh seseorang yang bernama Priscilla Dunstan. Priscilla meneliti suara-suara yang sering di ucapkan oleh bayi dan akhirnya ia mengambil kesimpulan beberapa ucapan bayi mengandung arti, diantaranya :

NEH (lapar)
Karena agak mirip dengan Heh dan Eh.. jadi harus hati-hati mendengarkannya. Sebaiknya segera anda respon keinginannya, jika tidak maka bayi akan menangis lebih keras
OWH (mengantuk)
Barangkali inilah kata yang lebih mudah dimengerti karena biasanya pengucapannya oleh sang bayi dibarengi dengan bentuk mulut bundar atau O. Jadi kita lebih paham kalau ia sedang mengantuk
HEH (tidak nyaman)
Mimik bayi akan berbeda dengan jika bayi mengucapkan NEH. Jika kita mendengar kata-kata ini, maka segera buat ia nyaman. Bila tidak, maka bayi anda akan menangis
EIR (suara gas dari bawah)
Suaranya mirip orang menggumam atau grrrhhh. Yang pasti kalau sang bayi sudah mengucapkan kata ini, segera perbaiki posisinya
EH (bersendawa)
Biasanya diucapkan setelah selesai minum susu atau malah perut sedang kosong karena masuk angin

Tips Berkomunikasi dengan Anak
Berkomunikasi dengan Bayi, merupakan hal Anda sudah bisa anda lakukan sejak bayi anda lahir. Mengajaknya berbicara sebenarnya baik untuk mendekatkan anda dengan bayi. Walaupun kadang anda tidak mengerti apa yang si kecil ucapkan, namun setidaknya telah terjadi komunikasi antara anda dan si kecil. Hal ini pasti sangat bermanfaat sampai si kecil beranjak dewasa kelak.

Agar komunikasi dengan si kecil lancar anda bisa gunakan panduan berikut ini.
Jadilah pendengar yang baik
Berusahalah menunjukan bahwa anda tertarik dengan ceritanya
Sisipkan kata-kata seperti “oya”, “masa sih”, “bagus dong”
Jangan memotong pembicaraannya
Berfikirlah seperti anak-anak
Luangkan waktu untuk mendengarkannya berbicara
Ucapkan terima kasih setelah si kecil selesai bercerita

Tahap Perkembangan Bahasa Pada Anak
Seperti yang sudah dibahas pada pembahasan sebelumnya, bahwa anak-anak sudah mulai berkomunkasi sejak baru lahir. Berikut adalah tahapan perkembangan bahasa pada anak-anak.
0 – 2 bulan – Menangis ketika lapar dan mengikuti aras suara
2 – 6 bulan – Berceloteh, tertawa, teriak, mengeluarkan suara lucu
7 – 12 bulan – Mengucapkan “ba”, “da”, “ka”, sudah mengerti kata “tidak”, “dada” dan “cilukba”
12 – 18 bulan – Mengucapkan dua atau tiga kata bermakna, menunjuk pada objek yang dilihat
18 – 24 bulan – Mulai mengutarakan pertanyaan, “dimana”, “siapa”. Pengucapan kata-katanya sudah jelas
2 – 3 tahun – Senang bicara sendiri, bisa bernyanyi sendiri, sudah mengerti perbedaan waktu, bercerita
3 - 4 tahun – Mampu mengunakan kata-kata perintah, sudah dapat merangkai kata-kata, menggunakan bahasa seperti “mungkin”, “tapi”, “kok”, “dong”

Berkomunikasi dengan Bayi merupakan ha yang penting untuk memupuk kedekatan kita dengan sang buah hati. Bahkan kita dapat menjalin kedekatan dengan melakukan “komunikasi” sejak dini, saat bayi masih didalam kandungan.

0 comments:

Posting Komentar