Jumat, 27 Maret 2020

Cara Melatih Anak Berjalan


Pertumbuhan dan perkembangan secara psikologis dan fisiologis tiap anak tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya. Beberapa anak mungkin memiliki proses tumbuh kembang yang terkesan lebih cepat dibandingkan yang lain. Salah satu contoh proses tumbuh-kembang anak yang mungkin bisa dilihat mengalami perbedaan antar satu dengan yang lain adalah kemampuan berjalan. Idealnya kemampuan berjalan balita didahului dengan kemampuan merangkak dan baru kemudian berjalan, namun terkadang tidak menutup kemungkinan balita akan melompati proses merangkak. Secara umum biasanya kemampuan berjalan pada balita terjadi dalam rentang waktu 11-15 bulan, namun juga bisa saja lebih cepat ataupun lebih lambat. Terlepas dari peristiwa melewati proses merangkak atau tidak, ada baiknya jika orangtua memahami beberapa kiat dan tips Cara Melatih Anak Berjalan. Apa saja tipsnya?


Berikut ini beberapa kiat dan tips Cara Melatih Anak Berjalan sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

Berdiri dan merambat. 
Perhatikan lebih dahulu kemampuan berdiri anak dengan cara merambat, baik menggunakan bantuan perabot sekitar ataupun berpegangan pada orangtua. Apabila kemampuan berdiri anak dengan cara merambat ini sudah mampu menjejakkan telapak kakinya dengan mantap, berarti anak sudah siap untuk belajar berjalan.

Sesuaikan posisi. 
Sesuaikan posisi orangtua dengan anak. Orangtua bisa saja berdiri di belakang ataupun di depan anak disesuaikan dengan keinginan anak. Apabila anak hanya sekedar ingin berdiri saja, tidak ada salahnya berdiri di depannya, namun apabila ternyata anak ingin berjalan, maka sebaiknya posisi orangtua di belakang anak.

Pegang tangan. 
Biarkan anak mulai melakukan langkah pertamanya dengan cara memegang tangan ataupun jari orangtua. Biarkan saja apabila anak hanya berpegangan pada satu tangan untuk melatih keseimbangan berdirinya atau ketika berjalan jarak pendek. Namun apabila ternyata hendak berjalan jarak jauh, usahakan anak berpegangan dengan dua tangan. Biarkan anak berpegangan pada tangan orangtua merupakan salah satu cara melatih anak berjalan, walaupun aktifitas ini cukup melelahkan.

Seimbangkan. 
Jaga keseimbangan berjalan anak dengan cara menyelaraskan langkah ataupun menggunakan sejenis tali kekang yang terbuat dari selendang. Bentangkan selendang hingga menutup dada dan ketiak anak. Sisa kain selendang selanjutnya dikendalikan dari belakang oleh orangtua. Hal ini dilakukan untuk melatih anak agar tidak selalu berpegangan ketika anak berjalan serta melatih kekuatan otot kaki anak.

Demikianlah beberapa kiat serta tips Cara Melatih Anak Berjalan. Satu hal penting yang sebaiknya dilakukan pasca melatih anak berjalan adalah melakukan pemijatan. Lakukan pemijatan pada area tungkai dan telapak kaki agar otot-otot kaki menjadi lebih relax serta meminimalkan resiko cedera yang diakibatkan kesalahan bayi ketika belajar berjalan. Minta saran dan petunjuk tenaga ahli yang direkomendasikan, misalnya tenaga fisioterapi yang bersertifikat dan berpengalaman. Semoga bermanfaat.

0 comments:

Posting Komentar