Selasa, 07 April 2020

Masalah Saat MengASIhi

Pemberian asi merupakan salah satu tahapan yang dapat memberikan dampat positif bagi ibu dan bayi. PEnting untuk mengetahui hal-hal yang menunjang pemberian asi secara maksimal. Berikut ini adalah beberapa Masalah yang Mungkin Timbul dalam Pemberian ASI  serta beberapa tips cara mengatasinya.

Nyeri Puting
Pada umunya kebanya wanita yang pertama kali menyusui akan mengalami nyeri puting saat menyusui. Akan tetapi hal ini harus dapat segera diatasi agar proses menyusui dapat terus berlangsung serta payudara tidak menjadi bengkak. Bila mulut bayi melekat sempurna pada areola, nyeri ini akan hilang biasanya dalam seminggu.

Cara mengatasi nyeri puting:
1. Jangan membersihkan puting susu dengan sabun atau alcohol. Anda dapat membersihkannya dengan menggunakan baby oil untuk mengendurkan/melemaskan kulit payudara.
2. Jaga agar kulit tetap berada dalam keadaan kering dengan lebih sering mengganti BH, terutama bila sudah terkena noda susu, untuk lebih efisien, anda bisa menggunakan breast pad yang bisa ditempel pada BH.
3. Usahakan bayi menghisap sebagian besar areola (daerah yang lebih gelap disekitar puting), jangan hanya putingnya saja.
4. Batasi lamanya menyusu, namun tingkatkan frekuensinya.

Payudara Bengkak
Pembengkakan pada payudara pada umumnya disebabkan penuh dengan ASI yang tidak dikeluarkan, hal ini dapat menyebabkan tidak nyaman, sakit, bahkan dapat mengakibatkan demam pada sang ibu.

Cara mencegah payudara agar tidak bengkak: 
Usahakan mulai menyusui secepat mungkin setelah melahirkan, sebaiknya dalam satu jam pertama.pastikan bayi mengosongkan salah satu payudara setiap menyusu.
Susui bayi sesering mungkin, dan sebaiknya susui bayi dengan kedua payudara secara bergantian.
Anda dapat menyusui dengan posisi yang berbeda agar mulut bayi melekat dari sudut yang berbeda pula. Ini membantu bayi mengisap semua asi.
Pastikan BH tidak terlalu ketat.
Usapkan kain lembut yang hangat sebelum menyusui agar areola dan kelenjar susu di bawah kulit lebih lembut. Adakalanya istirahatkan puting,  biarkan terkena udara sejenak sebelum menyusui, khususnya bila areola bengkak dan teraba keras.
Cara mengatasi jika payudara bengkak: 
Tetap menyusui atau mengeluarkan ASI sehingga dapat mengurangi tekanan dan melembutkan payudara.
Teruskan mengompres payudara dengan air hangat agar lebih nyaman sebelum menyusui. Apabila bayi belum mau minum saat payudara anda bengkak, anda dapat memompa asi anda untuk mengeluarkan asi sehingga anda merasa nyaman.

Puting Susu Lecet
Puting susu menjadi lecet kebanyakan karena posisi saat menyusui yang kurang tepat, atau bisa saja karena bayi hanya mengisap puting payudara saja tidak sampai mengisap areola dalam waktu lama.

Untuk mencegah dan mengatasi puting susu lecet:
Kompreslah payudara sebelum memulai menyusui dengan kain yang direndam air hangat.berikan asi pada payudara yang tidak terlalu sakit dahulu. Bila payudara terasa sangat sakit dan bengkak, hentikan proses menyusui dari satu atau kedua payudara untuk sementara waktu dalam 24 jam, dan berikan bayi susu dari botol dengan mengeluarkan asi anda. 
Jika sudah terasa lebih baik, anda dapat lanjut menyusi bayi anda dengan waktu pemberian yang dibatasi tapi dengan frekuensi sering. Hindari untuk menarik bayi dari payudara saat proses munyusui sedang berlangsung, tapi letakkan dahulu jari anda ke ujung bibir bayi untuk membuka mulut bayi. 
Penting untuk senantiasa menjaga kebersihan daerah payudara anda, gantilah pad atau penyerap asi yang basah sesering mungkin. Oleskan beberapa tetes asi ke puting payudara setiap selesai menyusui dan biarkan kering diudara. Hal ini dapat mengurangi rasa sakit. 
Bila puting susu yang lecet menimbulkan rasa sakit yang berlebihan atau lama sembuh, konsultasikan ke dokter anda.

Radang Payudara/Mastitis
Ini terjadi karena adanya infeksi bakteri yang menyebabkan pembengkakan payudara, gejalanya: payudara bengkak, panas, kemerahan, dan dapat disertai demam tubuh. Bila ini terjadi, segera hubungi dokter.

Semoga para ibu selalu sabar dan semangat untuk mengASIhi buah hati tercinta. Semangat untuk para ibu

0 comments:

Posting Komentar