Jumat, 10 April 2020

Stop Ketergantungan Anak Pada DOT

Asi adalah makanan terbaik bagi bayi, namun sayang, karena satu dan lain hal, karena keadaan yang mendesak pastinya, beberapa bayi kurang beruntung karena diberi susu formula oleh orangtuanya.. Media yang dipakai untuk memberi susu ini biasanya botol dan dot steril. Namun lagi-lagi sayang, beberapa anak menjadi ketergantungan memakai alat ini hingga usia anak mencapai 2-3 tahun, bahkan ada yang sampai 5 tahun. Hmmm… selain berpotensi merusak gigi, tentu secara estetika kurang pantas anak seusia sekolah masih memakai botol dot untuk minum khan?

Bahkan ada sebagian kecil  orangtua yang memberikan makanan padat menggunakan botol dot.  Bubur bayi dimasukkan kedalam botol, kemudian ujung dot digunting sehingga terbentuk lubang yang cukup besar untuk keluarnya makanan. Sang bayi tinggal menyedot aja makanan dalam botol. Kedengarannya sangat praktis ya??  Hal seperti ini tidak layak ditiru ya bunda,  menghambat bayi belajar mengunyah makanan, sehingga mempengaruhi perkembangan motorik halusnya. Lantas, bagaimana cara Menghentikan Ketergantungan Anak Memakai Botol Dot?

Sesegera mungkin latih anak untuk meninggalkan botol dotnya. Saat  anak mulai bisa menggunakan sedotan, gunakan gelas + sedotan untuk minum susu.  Bisa anda gunakan gelas dengan model yang lucu-lucu, itu akan lebih menarik minatnya. Mungkin orangtua khawatir sang anak jadi rewel, berkurang volume minum susunya, atau bahkan menolak minum susu samasekali.  Para orangtua semestinya tidak perlu khawatir, semua itu mungkin terjadi selama proses, tapi hal ini bisa disiasati dengan lebih banyak memberikan makanan padat bergizi. Bagaimanapun juga, susu bukanlah “minuman dewa” yang dengan minum itu semua kebutuhan gizinya terpenuhi. Susu hanya pelengkap, sumber-sumber gizi lainnya justru banyak diperoleh dari makanan.

Dengan lebih banyak makanan yang dikonsumsinya, anak akan lebih kenyang, kebutuhan gizinya terpenuhi, berkurangnya frekuensi ngompol, dan tidak akan terbangun dimalam hari karena lapar dan meminta anda membuatkan susu.  Tentu sangat menyenangkan bukan?

Seiring makin bertambahnya usia, anak makin bisa memahami ucapan orangtuanya, berikan pengertian kalau dia tidak boleh lagi menggunakan botol dot.  Triknya, katakan bahwa sang anak “udah besar” atau jadikan dia sebagai “kakak”. Tidak perlu punya adik untuk menjadi kakak, anda bisa memakai bayi saudara atau bayi tetangga sebagai “adik” untuk menjadikan dia sebagai kakak.  Biasanya anak memiliki kebanggaan akan statusnya itu.. Kemudian tanamkan padanya bahwa sebagai anak yang sudah besar, dia tidak minum memakai botol dot lagi, hanya bayi yang minum menggunakan botol dot, tekankan tentang hal itu.  Kemudian, buatlah sebuah momen dimana sang anak memberikan botol dotnya ke adik kecilnya.  Ingat, harus dia sendiri yang memberikan botol dotnya ke sang adik.

Langkah terakhir yang diperlukan hanyalah kesabaran dan keteguhan orangtua. Jika anak jadi rewel dan meminta botolnya, ingatkan bahwa dia sendiri yang sudah memberikannya ke adik bayi.  Anda jangan sampai tergoda untuk memberi kelonggaran dengan memberikan kembali botolnya dengan alasan-alasan diatas.  Secara tidak langsung, anda telah mengajarkan anak mengenai disiplin, prinsip dan pendirian.

Mengajari anak melepas dot memang tidak mudah, tetapi yuk kita latih perlahan supaya anak lebih baik ke depannya

0 comments:

Posting Komentar